Cara Menghitung BEP Produksi dalam Bentuk Unit atau Penjualan - GEOPREK
Akuntansi, Tutorial,

Cara Menghitung BEP Produksi dalam Bentuk Unit atau Penjualan

0
Shares

Untuk menghitung BEP dalam unit gunakan rumus: BEP (unit) = Biaya Tetap ÷ (Harga jual per unit – Biaya variabel per unit) atau dalam penjualan menggunakan rumus: BEP (penjualan) = Biaya Tetap ÷ Margin Kontribusi.

Apa Itu BEP?

BEP atau singkatan dari break-even point adalah titik di mana pendapatan perusahaan sama dengan biayanya. Perhitungan BEP dapat dilakukan dengan salah satu dari dua cara; pertama adalah menentukan jumlah unit yang perlu dijual, atau yang kedua adalah jumlah penjualan yang perlu terjadi.

BEP memungkinkan perusahaan mengetahui kapan, atau salah satu produknya, akan mulai menguntungkan. Jika pendapatan bisnis berada di bawah BEP, maka perusahaan beroperasi pada kerugian. Jika di atas, maka itu beroperasi dengan untung.

Cara Menghitung Break Even Point dalam Satuan

BIAYA TETAP ÷ (HARGA PENJUALAN PER UNIT – BIAYA VARIABEL PER UNIT)

Biaya Tetap – Biaya tetap adalah biaya yang biasanya tidak berubah, atau hanya berubah sedikit. Contoh biaya tetap untuk bisnis adalah biaya utilitas bulanan dan sewa.

Harga Penjualan per Unit- Ini adalah berapa banyak perusahaan akan membebankan konsumen hanya untuk salah satu produk yang perhitungannya sedang dilakukan.

Biaya Variabel per Unit- Biaya variabel adalah biaya yang terkait langsung dengan produksi suatu produk, seperti tenaga kerja yang disewa untuk membuat produk itu, atau bahan yang digunakan. Biaya variabel sering berfluktuasi, dan biasanya merupakan biaya terbesar perusahaan.

Perhitungannya adalah sebagai berikut:

Total biaya variabel ÷ Total unit yang diproduksi

Contoh BEP

Mari kita tunjukkan beberapa contoh bagaimana menghitung BEP.

Sam’s Sodas adalah produsen minuman ringan di wilayah Seattle. Dia sedang mempertimbangkan untuk memperkenalkan minuman ringan baru, yang disebut Sam’s Silly Soda. Dia ingin tahu seperti apa dampak minuman baru ini terhadap keuangan perusahaan. Jadi, dia memutuskan untuk menghitung BEP, sehingga dia dan tim manajemennya dapat menentukan apakah produk baru ini layak untuk investasi.

Biaya akuntansinya adalah sebagai berikut, untuk bulan pertama produk akan di produksi:

Biaya Tetap = Rp 2.000.000 (total, untuk bulan tersebut)

Biaya Variabel = 4000 (per kaleng yang diproduksi)

Harga Jual = Rp 15.000 (satu kaleng)

Menghitung BEP dalam Satuan

Biaya Tetap (Harga jual per unit – Biaya variabel per unit) Rp 2.000.ooo/(Rp 15.000 – Rp 4000) Atau Rp 2.000.000 /11.000 =181,8 dibulatkan menjadi 182 unit

Ini berarti Sam perlu menjual lebih dari 182 kaleng soda baru dalam sebulan, untuk mencapai BEP.

Menghitung BEP dalam Penjualan

Biaya Tetap ÷ Margin Kontribusi (Harga jual per unit – Biaya variabel per unit, dengan angka yang dihasilkan kemudian dibagi dengan harga jual per unit)

Rp 2.000.000/.7333=Rp 2.727.000

Ini berarti tim Sam perlu menjual Sam’s Silly Soda Rp 2.727.000 pada bulan itu, untuk mencapai BEP. Apa pun setelah jumlah itu, akan menjadi keuntungan bagi perusahaan.

Untuk mengkonfirmasi angka ini: kamu dapat mengambil 181,8 unit dari perhitungan pertama, dan mengalikannya dengan harga penjualan Rp 15.000 , untuk mendapatkan jumlah Rp 2.727.000.